Sarjana Psikologi — Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menggelar upacara pelepasan calon wisudawan dan wisudawati program sarjana serta magister untuk tahun akademik 2025-2026. Acara penuh haru dan khidmat ini menandai kesiapan 62 lulusan baru dalam menghadapi tantangan era globalisasi dan dunia kerja profesional yang dinamis.
Berdasarkan laporan akademik yang disampaikan pihak fakultas, program magister meluluskan tiga wisudawati dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,67. Eti Handayani berhasil tampil sebagai lulusan dengan IPK tertinggi di jenjang S2, yaitu sebesar 3,72. Sementara itu, program sarjana (S1) meluluskan 59 orang yang terdiri atas 10 mahasiswa dan 49 mahasiswi, dengan rata-rata IPK 3,45. Dari total lulusan sarjana tersebut, sebanyak 29 orang sukses meraih predikat cumlaude.

Dekan Fakultas Psikologi UMS, Lisnawati Ruhaena, menyatakan rasa bangganya atas capaian prestasi akademik maupun nonakademik para mahasiswa selama menempuh perkuliahan. Menurutnya, lulusan UMS dibekali ketangguhan mental untuk menghadapi ketidakpastian zaman.
“Tantangan yang penuh ketidakpastian itu akan dijawab dengan kepastian, yaitu meminta pertolongan Allah,” ujar Lisnawati.
Ia juga memaparkan bahwa fakultas terus berkomitmen menyediakan program kelanjutan studi yang lengkap, mulai dari program profesi psikolog, magister, hingga jenjang doktor (S3).
Momen pelepasan ini juga diwarnai pidato inspiratif dari perwakilan wisudawan terbaik program sarjana, Tegar Aji Putra Pamungkas. Dalam orasinya, Tegar membagikan refleksi mendalam mengenai arti pertumbuhan diri dan empati yang ia pelajari dari ilmu psikologi. Menariknya, ia mengutip pidato Taylor Swift tentang pentingnya memilih hal yang layak dipertahankan dan dilepaskan dalam hidup.

“Jangan ukur nilai dirimu dari seberapa cepat kamu sampai, tetapi ukur juga dari seberapa jauh kamu telah bertumbuh. Kehidupan bukan tentang kompetisi siapa yang paling cepat, melainkan perjalanan menjadi manusia yang lebih baik,” kata Tegar disambut tepuk tangan hangat.
Harapan serupa disampaikan oleh lulusan terbaik S2, Eti Handayani, yang mengajak rekan-rekannya menjadikan ilmu psikologi sebagai alat menebar kemaslahatan masyarakat, khususnya dalam isu kesehatan mental. Menutup rangkaian acara, perwakilan orang tua wisudawan, Uci Marlinani, mengingatkan para lulusan untuk selalu menjaga kerendahan hati dan etika. Ia menegaskan bahwa kesuksesan sejati diukur dari dampak positif yang diberikan kepada orang lain.

